Selasa, 02 Agustus 2016

Pengertian dan Jenis-jenis Operator Aritmatika dalam Pascal

Operator aritmatika merupakan operator yang sehari hari kita gunakan dalam rumus matematika dasar, yakni ka-ba-ta-ku (kali, bagi, tambah, dan kurang). Selain itu terdapat tambahan operator div dan mod. Berikut tabel lengkap tentang jenis-jenis operator aritmatika dalam pascal:

Untuk operasi artimatika (dan beberapa operasi lainnya), kita bisa menggunakan tanda kurung untuk menjelaskan operator yang harus dijalankan terlebih dahulu. Pada contoh diatas, saya menggunakan tanda kurung agar operasi penambahan dijalankan terlebih dahulu sebelum operasi perkalian (seperti 
Walaupun 8 dibagi 4 akan menghasilkan bilangan bulat 2, tapi dalam pascal semua hasil operator pembagian harus disimpan di dalam variabel real. Oleh karena itu, operator “ / ” disebut juga dengan real division.


Operator Relasional Pada C++

perator relasional yang dipakai dalam C++ adalah :
<     Lebih kecil dari
<=   Lebih kecil atau sama dengan
>     Lebih besar dari
>=   Lebih besar atau sama dengan
==   Sama dengan
!=    Tidak sama dengan
Operator-operator relasional di atas adalah opeator biner yang fungsinya melakukan tes pada hubungan diantara kedua operannya, Hasil tes ini adalah true atau false, misalnya :
(5 > 2)
hasilnya adalah true, sedangkan:
(2>5)
hasilnya adalah false.Operator relasional dipakai dengan pernyataan-pernyataan while dan if-else untuk melakukan tes pada suatu kondisi. Pada suatu while-loop, suatu blok yang terdiri dari banyak pernyataan akan dieksekusi berulang-ulang asalkan hasil tesnya true, misalnya:n=10;
while (n > 0)
{
cout << n;
n = n – 1;
}
C++ akan mengganti hasil tes yang true dengan 1 dan yang false dengan 0, jadi untuk  while-loop di atas, keputusan untuk mengulang loop atau keluar dari loop tergantung dari hasil tes yang dapat 1 atau 0, C++ akan memperlakukan bilangan yang tidak sama dengan nol sebagai true sehingga penggalan program tadi dapat ditulis:
n= 10;
while (n)
{
cout << n;
n = n – 1;
}
Sedangkan untuk pernyataan if-clse, hasil tes yang memutuskan blok mana yang dieksekusi, misalnya :
x=1;
y=2;
if ( x == y )
cout << “x sama dengan y “;
else
cout << “x tidak sama dengan y”;
Operator yang dipakai dalam pernyataan if-else adalah operator sama dengan (==), bukan operator assignment (=), misal penggalan program di atas ditulis:
x=1;
y=2;
if ( x = y )
cout << “x sama dengan y “;
else
cout << “x tidak sama dengan y”;
berarti nilai dari variabel y, karena kesalahan pemakaian operator, ditempatkan di variabel x, sehingga tes pada pemyatan  if akan menghasilkan 2, yang diartikan true oleh C++ sehingga pada layar akan tercetak “x sama dengan y”, Hasil ini sudah tentu tidak benar, kalau pemakaian operatornya benar yaitu (x == y) maka nilai variabel x akan dibandingkan dengan nilai variabel y, hasilnya adalah false atau 0 sehingga pada layar akan tercetak “x tidak sama dengan y”.
Order of precedence dari operator-operator relasional ini lebih rendah dari operator-operator aritmatik tetapi lebih tinggi dari operator assignment sehingga ekpresi :
z == y – 1    adalah sama dengan  z == (y – 1)
sehingga variabel z akan dibandingkan dengan variabel (y-1). Contoh ekpresi lain:
z == x * x == y adalah sama dengan     z = (x *x == y)
disini  (x * x === y) menghasilkan true atau false dan hasilnya disimpan dalam variabel   z  jadi variabel  z mempunyai nilai true atau false. Contoh yang lain lagi:
x == y != z   adalah sama dengan ((x == y) = z)
tidak sama dengan (x == (y != z)
karena assosiativitas dari operator-operator relasional adalah dari kiri ke kanan. Contoh pemakaian ekpresi yang terakhir ini adalah sebagai berikut:
// C4_2.CPP
#include <iostream.h>

main ()
{
int x = 2, y = 2, z = 0;
if(x==y !=z)
cout << “true n”;
else
cout << “false n”;

Senin, 01 Agustus 2016

Tugas Pemograman Dasar ! belajar tentang operator & Operand

Pengertian Operand dan Operator

Dalam bahasa pemograman, terdapat istilah operand dan operatorOperand adalah nilai asal yang digunakan didalam proses operasi, sedangkan operator adalah instruksi yang diberikan untuk mendapatkan hasil dari proses tersebut.
Contohnya, operasi: 5+2. Angka 5 dan 2 adalah operand, sedangkan tanda tambah (karakter +) adalah operator. Beberapa operator bisa mengubah nilai dari operandnya sendiri, walaupun kebanyakan hanya sebagai penghubung antar operand. Operator di dalam PHP banyak meminjam contoh karakter dari bahasa C dan Perl.

Jenis Operator Berdasarkan Jumlah Operand

Berdasarkan jumlah operand, operator dapat dibedakan menjadi 3, yaitu Operator Unary,Binary dan Ternary.
  • Operator unary adalah operator yang hanya memiliki 1 operand, contohnya karakter – (tanda minus). Tanda minus digunakan membuat sebuah angka menjadi negatif, contohnya: -5, atau karakter + untuk menegaskan nilai positif, contohnya: +5.
  • Operator binary adalah operator yang memiliki 2 operand. Operator jenis ini adalah yang paling banyak digunakan, misalkan 5×2, atau 10/3.
  • Operator Ternary adalah operator yang memiliki 3 operand. Didalam PHP hanya dikenal 1 operator ternary, yaitu operator kondisi (? :). Kita akan mempelajari operator ini dalam tutorial selanjutnya.Program tersebut akan dieksekusi oleh PHP dengan melihat urutan prioritasnya. Urutan prioritas ini menetapkan seberapa “dekat operator dengan kedua operand-nya. Sebagai contoh, 2+3*5 hasilnya adalah 17, bukan 25.  Hal ini karena operator perkalian (*) memiliki prioritas lebih tinggi daripada operator penambahan (+).
    Namun urutan prioritas ini dapat “dipaksa” dengan menggunakan tanda kurung, jika anda ingin menjumlahkan 2 dan 3 terlebih dahulu, maka operasi sebelumnya bisa ditulis menjadi  (2+3)*5 yang hasilnya adalah 25.
    Berikut adalah tabel urutan prioritas operator dalam PHP. Operator paling atas lebih diprioritaskan dari pada operator dibawahnya, dan operator yang berada dalam baris yang sama memiliki urutan prioritas yang sama.
    Dari tabel diatas, terdapat beberapa operator yang berada dalam 1 baris. Bagaimana PHP memproses operator-operator yang memiliki urutan prioritas sama? Di dalam PHP, operator tersebut akan diproses berdasarkan kolom arah proses.
    Kolom arah proses (atau dalam manual PHP disebut dengan Associativity) digunakan untuk melihat bagaimana arah proses operator dijalankan.
    Misalkan operator kurang (-), di dalam tabel dapat dilihat bahwa operator kurang (-) memiliki arah proses “kiri”, sehingga operasi 5 – 3 – 1 oleh PHP diproses dari kiri ke kanan. 5 – 3 – 1 diproses menjadi (5 – 3) – 1, dan hasilnya adalah 1.
    Namun di dalam tabel, operator “=” memiliki arah proses “kanan”, sehingga $a = $b = $c, akan diproses dari kanan terlebih dahulu, menjadi $a = ($b = $c).